Sunday, 17 February 2013

Wah gak terasa udah kuliah sekarang. Serasa semakin tua aja "padahal yo cen wes tuwo" ,kyaknya baru kemarin lulus SD (Sekolah Dasar) hehehehe
Back to topic . . . . "padahal iseh pengen curhat".

CURHAT GUNUNG MERAPI 2010 PART 1

Gunung yang berada di perbatasan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) dan Jawa tengah yang menurut dari para peneliti "yang jelas bukan saya" merupakan salah satu gunung paling aktif di Indonesia bahkan di Dunia
Dengan ketinggian puncak kira-kira 2.968 m dpl "menurut wikipedia karena saya juga belum pernah ngukur pake meteran"
( gambar diambil ‎13 ‎Juli ‎2012 di Tlogo Putri )


Gunung merapi tahun 2010 tepatnya pada tanggal 26 oktober 2010 "nek ra salah"  merupakan hari yang sangan panjang panjang bagi saya "halah gayane" setelah pulang sekolah (SMA) sekitar pukul 14.10 WIB langsung menuju rumah yang berada di desa Ngipiksari "nek ra reti yo Kaliurang" yang tepatnya Jalan Kaliurang KM 24 atau kurang lebih 7-9 km dari G.Merapi "belum pernah ngukur jadi gak valid" yang saat itu g.merapi sudah pada status siaga "kalo statusku sih lajang hahahaha".

Seperti biasanya pulang lewat jalan kaliurang yang tidak biasa adalah jalan yang ku lalui sangat sepi tidak seperti dulu saat status merapi normal, mungkin karena saking sepinya bisa disebut kota mati. Setelah sampai tempat retribusi sudah ada beberapa bapak-bapak polisi "sayang bapak-bapak coba ada briptu eka frestya aku langsung berhenti dan minta foto bareng hehe" yang berjaga-jaga karena status merapi yang sudah siaga.

Sesampainya dirumah sekitar pukul 14.45 WIB langsung mengucapkan salam seperti biasanya, saat itu dirumah cuma hanya aku, adikku, ibuku, bapakku sedangkan simbahku sudah mengungsi 3 hasi sebelumnya ya maklum sudah sepuh, jadi kasian kalau terjadi apa-apa nanti "mosok melu mlayu-mlayu".

Sekitar pukul 17.00 sore itu sangat gelap entah karena mau ujan atau yang lain, tak lama kemudian sekitar pukul 17.40an WIB "intine bar Sholat Maghrib" terdengar sirine dari Pos PGM (Pengamat Gunung Merapi) kaliurang yang menyebabkan semua warga khususnya yang berada di kaki G.Merapi panik dan meninggalkan rumahnya untuk segera menyelamatkan diri menuju tempat evakuasi yang telah disediakan oleh pemerintah setempat yang salah satunya berada di SMP N 2 Pakem di desa Hargobinangun, Tapi aku dan keluargaku langsung menuju ke tempat saudaraku yang berada di perumahan atma jaya condong catur.

Sesampainya disana ternyata sudah ditunggu olah simbahku yang sudah 3 hari lalu menginap disana, setelah keluargaku kurang lebih 30 menit kemudian datang lah keluarganya pakdeku (pak gedhe atau kakak dari orang tuaku) yang bernama Pak Diyono yang kurang lebih 8 orang, sekitar pukul 19.00 WIB semua jalan menuju Kaliurang sudah ditutup jadi tidak ada satu orang pun yang boleh naik ke Kaliurang.

Sekitar pukul 20.00 ada telpon dari pakdeku yang bernama Pak Supargito yang menelpon bapakku yang ternyata pakdeku ini masih berada di rumahnya, padahal pada saat itu ada isu kalau G.Merapi mengeluarkan gas beracun. Jadi mau tidak mau bapakku bersama paklekku (pak cilek atau adik dari orang tuaku) yang merupakan salah seorang anggota dari salah satu ORARI (Organisasi Radio Amatir Indonesia) di Jogja menjemput pakdeku dengan menggunakan mobil bapakku menuju ke rumahnya ya kurang lebih berjarak 50an meter dari rumahku. 

Sesampainya di Desa Banteng yang berada di Jln Kaliurang KM 22an disitu sudah dihentikan oleh beberapa anggota Pak Polisi yang sedang menjaga pintu masuk ke Kaliurang supaya tidak ada orang kembali ke atas, tapi karena bapakku dan paklekku mau menjemput pakdeku yang terjebak di dalam rumah "la arep metu akeh awu ro krikil panas" setelah spek-spek langsung dipersilahkan lewat. Dan sesampainya di lokasi bapakku langsung menjemput pakdeku (yang katanya suhu disana sangat panas) dan membawanya mengungsi bersama kami.         

.................................................

Dan setelah 4 hari atau tepatnya tanggal 30 oktober 2010 mengungsi di rumah paklekku dan belum melihat keadaan rumah maka sekitar pukul 06.00 WIB aku dan bapakku memberanikan diri untuk melihat-lihat keadaan rumah.
Saat melewati Jln Kaliurang KM 16 abu mulai terlihat sangat di sepanjang jalan "opo meneh neng ngomah koyo ngopo" sesampainya di Pakem kusempatkan untuk mengambil foto

(utara pasar pakem ‎"30 ‎Oktober ‎2010")

(depan RS Grhasia ‎"30 ‎Oktober ‎2010")

dibawah ini merupakan foto-foto di depan tempat pengungsian warga.
("30 ‎Oktober ‎2010")

(salah satu stasiun tv swasta yang senan tiasa meliput dan meng update aktivitas G.Merapi "
30 ‎Oktober ‎2010")

("30 ‎Oktober ‎2010")

(salah satu pengungsi membawa termos dan menggunakan masker "30 ‎Oktober ‎2010")

(para relawan yang senantiasa membantu di kala susah "30 ‎Oktober ‎2010")

Sesampainya di rumah sekitar pukul 17.00 WIB (maklum pelan-pelan) semua telah tertutupi abu, mulai dari genteng, tanah, bunga, pohon, dan lain-lain semua telah tertutupi abu vulkanik dari G.Merapi.
Coba liat fofo-foto ini ..........

(terlihat pohon-pohon tertutup abu "eh malah mobilku ikut foto" "30 ‎Oktober ‎2010")

(jeruk bali pun tertutup abu "30 ‎Oktober ‎2010")

(jln kaliurang km 24 "30 ‎Oktober ‎2010")

(jalan kampung dekat jln kaliurang km 24 "30 ‎Oktober ‎2010")

(tembok depan rumah + abu kurang lebih 2-4cm "karo ndelok garisan" "30 ‎Oktober ‎2010")


(saksi bisu "30 ‎Oktober ‎2010")

dan setelah melihat sekeliling ada beberapa jejak harimau atau macan berada di depan rumah dan di jalan jalan. Penasaran ?
liat foto ini "hehehehe"

(ukurannya kurang lebih 5-7cm "30 ‎Oktober ‎2010")

(ada lagi "30 ‎Oktober ‎2010")

(kemungkinan bersama anaknya "30 ‎Oktober ‎2010")

Setelah puas melihat keadaan rumah sekitar pukul 08.20 WIB "asline rung puas gara-gara dikon medun karo TIM SAR yo uwis" langsung meluncur ketempat paklekku untuk memberikan kabar terkini tentang keadaan rumah rumah di desaku.


Bersambung........

2 comments:

  1. Foto barak pengungsian malah koyo arena event, akeh spanduk + umbul2 hahaha *dafuggg*

    ReplyDelete
  2. acara pasar malem kui bang. . . .

    ReplyDelete